Teknologi Informasi & Komunikasi
Senin, 02 September 2013
Sedikit tutorial mengenai cara menggabungkan 2 buah foto dengan teknik masking dan gradient.
Tutorial gw bikin sedemikian rupa supaya dapat dimengerti bagi pemula.
Tutorial menggunakan Photoshop CS2 dgn OS Windows.
Semoga bermanfaat.
File yang digunakan terdiri dari 2 buah file foto yaitu kota.jpg dan laut.jpg (1600×1200 pixel)
File: kota.jpg
File : laut.jpg
Buka file laut.jpg dan file kota.jpg.
Kedua file hanya memiliki 1 layer yaitu layer Background (lihat gambar).
Aktifkan file kota.jpg pada layer kerja dengan cara meng-klik layar kerja file kota.jpg atau klik menu Window dan klik pada nama file kota.jpg (lihat gambar berikut) :
Arahkan dan klik kanan mouse pada Layer Backround dan klik Duplicate Layer.
Akan muncul pop up window seperti berikut. Di bawah menu Destination, pilih Document : laut.jpg. Otomatis Layer pada file kota.jpg akan ter-copy ke file laut.jpg.
Sekarang pada file atau layar kerja laut.jpg terdapat 2 buah layer, yaitu layer Background dan layer Background copy.
Ganti nama layer untuk memudahkan.
Klik ganda pada layer Background, akan muncul pop up window New Layer. Ganti nama layer (Name) dengan laut dan klik OK.
Klik ganda pada Layer Background copy, dan ganti nama layer menjadi kota.
Sekarang kita memiliki 2 buah layer dengan nama laut dan kota.
Klik pada layer kota untuk memastikan layer kota dalam keadaan aktif.
Klik thumbnail Add Layer Mask dibagian bawah window Layer untuk menambahkan Layer Mask pada layer kota.
Sekarang pada layer kota terdapat thumbnail layer mask.
Pada Toolbar Menu, pilih Move Tool. Kemudian geser layer kota ke bawah. Caranya klik pada layar kerja dan drag(geser) ke arah bawah (layer kota harus dalam keadaan aktif).
Hasilnya seperti gbr berikut :
Pada Toolbar Menu, pilih Gradient Tool.
Pada Tool Gradient di sebelah kiri atas, pilih Linear Gradient, kemudian pilih jenis Gradient Foreground to Transparent (Lihat gambar berikut)
Sambil menekan tombol Shift, klik dan drag pada layar kerja untuk memberikan efek gradient. (lihat gambar berikut)
Untuk membuat penggabungan gambar menjadi lebih nyata anda dapat menggunakan tool Brush dan Eraser dengan Opacity dan Flow sebesar 40%.
Selanjutnya menyeragamkan tone kedua gambar dan untuk menambahkan suasana dramatis dengan menggunakan Photo Filter.
Klik ikon Create new fill or adjustment layer di bagian bawah window layer dan pilih Hue/Saturation
Pada pop up window Hue/Saturation, geser Saturation menjadi +50 (atau sesuai selera)
Klik OK.
Klik kembali ikon Create new fill or adjustment layer dan pilih Photo Filter.
Kemudian pada pop up window Photo Filter, pilih Deep Emerald (atau sesuai selera).
Ulangi sekali lagi dan pilih Filter Sephia.
Tekan Shift+Ctrl+N untuk membuat layer baru. Klik OK.
Pada window Swatch pilih warna Darker Blue
Pilih menu Edit –> Fill (atau tekan Shift+F5) kemudian pilih Use : Foreground Color.
Klik OK. Pada layer yang baru dibuat akan terisi warna Darker Blue.
Rubah blending mode Layer darker blue tadi ke Overlay mode.
Akan menghasilkan gambar sbb:
Kurangi opacity menjadi 30%.
Hasilnya akan menjadi seperti ini :
Tambahkan layer baru lagi (Shift+Ctrl+N)
Pilih Rectangular Marquee Tool
Buat bidang seleksi spt gbr berikut :
Klik menu Select->Inverse (atau tekan Shift+Ctrl+I)
Klik menu Edit -> Fill , pilih Foreground Colour dan OK.
Hasilnya sbb :
Kemudian pilih menu Filter->Blur->Gaussian Blur.
Isi Radius 100 pixel dan klik OK.
Rubah Blending mode menjadi Multiply mode.
Kemudian klik kanan pada layer tersebut, Klik Duplicate Layer dan OK. Kemudian rubah blending mode layer hasil duplicate ke Color Burn mode.
Hasil Akhir :
Download
Sabtu, 21 Januari 2012
PERTUNJUKKAN SENI DRAMA
Unsur terpenting adalah naskah,pemain,sutradara,tempat,dekorasi,dan penonton.
A)Skenario
Skenario adalah bentuk rencana tertulis dari drama.Ada 3 unsur penyusun yaitu premis,karakter,dan plot.
PREMIS merupakan intisari cerita sebagai landasan dalam menentukan arah tujuan cerita.
KARAKTER adalah sifat, watak, dan gerak-gerik yang menjadi ciri suatu tokoh.
PLOT adalah alur, rangka cerita. Plot tersusun atas empat bagian :
Protoasis
Epitasio
Catastasis
Catastrophe
B)Pemain
Pemain merupakan orang yang memerankan figur atau tokoh dalam drama. Pemilihan seseorang dalam memerankan tokoh drama tradisional lebih didasarkan pada kecakapan pemeranan dan kecocokan fisik berdasarkan diskripsi naskah.
Untuk menjadi pemain yang baik dan berbobot perlu menguasai beberapa hal, diantaranya :
Latihan terus menerus dan berkesinambungan, tertib dan disiplin
Memiliki pengetahuan dramatik & umum
Menghayati dan menjiwai perannya
Aktingnya mengesankan,punya motif
Terampil dan kreatif
Tidak merasa sedang disorot publik
Macam peran dalam drama :
Protagonis, peran utama yang merupakan pusat dari cerita
Antagonis, peran utama lawan yang seringkali menjadi musuh yang menyebabkan terjadinya konflik
Tirtagonis, pembantu peran utama yang menjadi penengah antara protagonis dan antagonis
Figuran, peran pelengkap yang secara tidak langsung terlibat dalam konflik yang terjadi tetapi sangat diperlukan untuk penyelesaian cerita
C)Sutradara
Sutradara (art manager) adalah seorang pemimpin dalam pementasan sebuah drama atau teater. Tugas sutradara adalah menentukan motif karya lakon, menentukan pemain (casting), serta merencanakan cara dan teknik pentas.
D)Dekorasi
Dekorasi berfungsi memperjelas maksud isi cerita dalam suasana berbeda. Daerah permainan dilingkupi dengan pemandangan yang serasi degan lakon.
Set dekor dapat diklasifikasikan atas beberapa kategori :
Set dekor realistik
Set dekor sugestif
Set dekor stilasi
Set dekor abstrak
E)Busana dan Rias
Tata busana merupakan pengaturan segala sandang dan perlengkapannya (accessories) yang dikenakan diatas pentas.
Kostum pentas harus menunaikan beberapa fungsi tertentu. Diantaranya :
Membantu menghidupkan perwatakkan pelaku
Individualis peranan
Memberi fasilitas dan membantu gerak
Tata rias merupakan seni menggunakan bahan-bahan kosmetika untuk mewujudkan wajah peranan.
Kegunaan rias dalam seni drama atau teater adalah :
Meerias tubuh manusia
Mengatasi efek tata lampu yang kuat.
Membuat wajah dan kepala sesuai dengan peranan yang dikehendaki.
F)Musik Pengiring
Bunyi-bunyian dipergunakan sebagai pendukung suasana adegan. Volume suara musik dapat dikeraskan atau diperkecil sesuai dengan suasana adegan yang diekspresikan.
G)Olah Tubuh, Pikir, dan Suara
Pemeran harus mampu mengolah tubuh, pikiran, dan vokalnya sedemikian rupa sehingga karakter peran yang berbeda-beda dapat dijiwai dan diperankan dengan baik.
Latihan Dasar Olah Tubuh
Olah tubuh sangat dibutuhkan bagi seorang pemain teater atau drama.
Untuk itu, para pemain peran perlu melakukan latihan seperti berikut ini.
Melemaskan otot leher dengan cara menggeleng atau memutarnya
Menggerakkan lengan
Menggerakkan tubuh
Merebah atau telentang
Berbaring miring atau pada sisi
Tengkurap
Latihan Dasar Olah Sukma
Olah sukma adalah membiasakan diri berkonsentrasi untuk mengingat kembali kejadian yang pernah dialami untuk membantu penjiwaan. Pemusatan pikiran atau olah sukma perlu latihan seperti dibawah ini
Olah rasa dari panca indera
Olah rasa dari jiwa
Olah ingatan
Langkah-langkah untuk menumbuhkan sukma yang siap :
a)Konsentrasi dan fokus
b)Observasi dan penyerapan
c)Imajinasi
d)Penghayatan
e)Improvisasi
f)Pembangunan karakter peranan
Latihan Dasar Olah Vokal
Kesanggupan berolah kata dalam bermain peran mnjadi landasan dasar pemain teater atau drama. Untuk mewujudkan tuntutan tersebut seorang pemain harus mempunyai penguasaan artikulasi yang baik, diksi jelas, dan intonasi mengalir.
Latihan Dasar Olah Mimik
Raut muka atau mimik juga perlu dilatih secara kontinu agar bagus. Ekspresi untuk tiap emosi berbeda-beda, jadi latihlah tiap ekspresi.
Untuk melatihnya, lakukan berbagai ekspresi di depan cermin.
Unsur terpenting adalah naskah,pemain,sutradara,tempat,dekorasi,dan penonton.
A)Skenario
Skenario adalah bentuk rencana tertulis dari drama.Ada 3 unsur penyusun yaitu premis,karakter,dan plot.
PREMIS merupakan intisari cerita sebagai landasan dalam menentukan arah tujuan cerita.
KARAKTER adalah sifat, watak, dan gerak-gerik yang menjadi ciri suatu tokoh.
PLOT adalah alur, rangka cerita. Plot tersusun atas empat bagian :
Protoasis
Epitasio
Catastasis
Catastrophe
B)Pemain
Pemain merupakan orang yang memerankan figur atau tokoh dalam drama. Pemilihan seseorang dalam memerankan tokoh drama tradisional lebih didasarkan pada kecakapan pemeranan dan kecocokan fisik berdasarkan diskripsi naskah.
Untuk menjadi pemain yang baik dan berbobot perlu menguasai beberapa hal, diantaranya :
Latihan terus menerus dan berkesinambungan, tertib dan disiplin
Memiliki pengetahuan dramatik & umum
Menghayati dan menjiwai perannya
Aktingnya mengesankan,punya motif
Terampil dan kreatif
Tidak merasa sedang disorot publik
Macam peran dalam drama :
Protagonis, peran utama yang merupakan pusat dari cerita
Antagonis, peran utama lawan yang seringkali menjadi musuh yang menyebabkan terjadinya konflik
Tirtagonis, pembantu peran utama yang menjadi penengah antara protagonis dan antagonis
Figuran, peran pelengkap yang secara tidak langsung terlibat dalam konflik yang terjadi tetapi sangat diperlukan untuk penyelesaian cerita
C)Sutradara
Sutradara (art manager) adalah seorang pemimpin dalam pementasan sebuah drama atau teater. Tugas sutradara adalah menentukan motif karya lakon, menentukan pemain (casting), serta merencanakan cara dan teknik pentas.
D)Dekorasi
Dekorasi berfungsi memperjelas maksud isi cerita dalam suasana berbeda. Daerah permainan dilingkupi dengan pemandangan yang serasi degan lakon.
Set dekor dapat diklasifikasikan atas beberapa kategori :
Set dekor realistik
Set dekor sugestif
Set dekor stilasi
Set dekor abstrak
E)Busana dan Rias
Tata busana merupakan pengaturan segala sandang dan perlengkapannya (accessories) yang dikenakan diatas pentas.
Kostum pentas harus menunaikan beberapa fungsi tertentu. Diantaranya :
Membantu menghidupkan perwatakkan pelaku
Individualis peranan
Memberi fasilitas dan membantu gerak
Tata rias merupakan seni menggunakan bahan-bahan kosmetika untuk mewujudkan wajah peranan.
Kegunaan rias dalam seni drama atau teater adalah :
Meerias tubuh manusia
Mengatasi efek tata lampu yang kuat.
Membuat wajah dan kepala sesuai dengan peranan yang dikehendaki.
F)Musik Pengiring
Bunyi-bunyian dipergunakan sebagai pendukung suasana adegan. Volume suara musik dapat dikeraskan atau diperkecil sesuai dengan suasana adegan yang diekspresikan.
G)Olah Tubuh, Pikir, dan Suara
Pemeran harus mampu mengolah tubuh, pikiran, dan vokalnya sedemikian rupa sehingga karakter peran yang berbeda-beda dapat dijiwai dan diperankan dengan baik.
Latihan Dasar Olah Tubuh
Olah tubuh sangat dibutuhkan bagi seorang pemain teater atau drama.
Untuk itu, para pemain peran perlu melakukan latihan seperti berikut ini.
Melemaskan otot leher dengan cara menggeleng atau memutarnya
Menggerakkan lengan
Menggerakkan tubuh
Merebah atau telentang
Berbaring miring atau pada sisi
Tengkurap
Latihan Dasar Olah Sukma
Olah sukma adalah membiasakan diri berkonsentrasi untuk mengingat kembali kejadian yang pernah dialami untuk membantu penjiwaan. Pemusatan pikiran atau olah sukma perlu latihan seperti dibawah ini
Olah rasa dari panca indera
Olah rasa dari jiwa
Olah ingatan
Langkah-langkah untuk menumbuhkan sukma yang siap :
a)Konsentrasi dan fokus
b)Observasi dan penyerapan
c)Imajinasi
d)Penghayatan
e)Improvisasi
f)Pembangunan karakter peranan
Latihan Dasar Olah Vokal
Kesanggupan berolah kata dalam bermain peran mnjadi landasan dasar pemain teater atau drama. Untuk mewujudkan tuntutan tersebut seorang pemain harus mempunyai penguasaan artikulasi yang baik, diksi jelas, dan intonasi mengalir.
Latihan Dasar Olah Mimik
Raut muka atau mimik juga perlu dilatih secara kontinu agar bagus. Ekspresi untuk tiap emosi berbeda-beda, jadi latihlah tiap ekspresi.
Untuk melatihnya, lakukan berbagai ekspresi di depan cermin.
Langganan:
Komentar (Atom)